Responsive Design Element Website

Hmmm...sudah lama gak update konten blog lagi. Berhubung lagi ada project pengembangan website tiba-tiba saya sangat tertarik dengan istilah Responsive Design Element Website. Setelah browsing sana-sini akhirnya saya pun mulai mengerti. Bagi seorang Web Designer membuat desain menjadi responsif mungkin sangatlah mudah, tapi bagaimana menjaga agar element terlihat seimbang pada semua layout itu membutuhkan seni tersendiri sob. hee..

Sedikit penjelasan tentang Responsive Design. Secara sekilas, teknik ini cukup sederhana, apabila anda menguasai HTML dan CSS, maka anda bisa menerapkan teknik Responsive Design. Karena sebenarnya yang dilakukan adalah CSS mengecek ukuran area browser, kemudian akan menerapkan style CSS yang sesuai dengan ukuran tersebut. Jadi tidak memerlukan kode pemrograman yang script based seperti PHP, ASP atau lainnya. Teknik ini murni urusan si UX designer atau front end designer.

Istilah Responsive web design awalnya dicetuskan oleh Ethan Marcotte dalam sebuah artikelnya di ListApart (http://www.alistapart.com/articles/responsive-web-design/). Ia mengulas tiga teknik yang telah ada yakni Flexible grid layout, flexible images, dan media and media queries ke dalam satu pendekatan dan menamakannya Responsive Design. Beberapa istilah yang digunakan untuk mengacu hal yang sama antara lain fluid design, elastic layout, rubber layout, liquid design, adaptive layout, cross-device design, dan flexible design.

Marcotte dan beberapa ahli lainnya berargumen bahwa metodologi responsive yang sebenarnya adalah tidak hanya cukup melakukan perubahan layout sesuai dengan ukuran browser yang mengaksesnya, akan tetapi melakukan perubahan total secara keseluruhan terhadap pendekatan yang kita pakai saat mendesain sebuah web. Daripada memulai desain pada ukuran layar desktop yang fixed atau tetap dan kemudian mengecilkannya dan mengatur isinya guna keperluan ukuran yang lebih kecil, maka sebaiknya desain dilakukan pada ukuran viewport yang terkecil terlebih dahulu dan dilanjutkan pada ukuran viewport yang lebih besar.

Contoh tampilan Responsive design dengan berbagai ukuran.
responsive design
sumber gambar: http://www.white-fire.co.uk

Bagi sobat sekalian yang ingin melakukan pengecekkan terhadap website atau blog-nya, apakah sudah Responsive atau belum bisa kunjungi http://mattkersley.com/responsive/ lalu inputkan website sobat kemudian tekan Enter.

Semoga share info dan ulasan saya bermanfaat bagi sobat blogger..

Memindahkan Opencart dari Hosting ke Localhost

opencart image
Opencart
Haii..kawan, kali ini saya akan sharing info mengenai Opencart (OC). Kenapa saya pake OC, awalnya saya ingin belajar bagaimana membuat toko online dengan Opencart. Nah...kendala yang saya temui adalah ketika saya ingin membuka Opencart yang sudah di Upload ke hosting lalu kemudian saya ingin membukanya di Localhost tetapi malah mengalami kendala yang tidak saya duga sebelumnya. Karena biasanya ketika saya melakukan seperti itu dengan Joomla tidak ada masalah tapi ketika mencoba dengan Opencart ternyata ada beberapa settingan yang perlu di ubah agar Online Store yang sudah kita upload ke hostingan dapat dibuka juga di localhost. Mungkin judul yang tepat untuk tulisan ini adalah "Memindahkan Opencart dari Hosting ke Localhost".

Oke langsung saja saya beritahu masalah apa yang saya temui :

1. Pertama coba copy seluruh file Online Store kita yang ada di Hostingan ke Localhost komputer kita (htdocs), disini saya menggunakan XAMPP.
2. Copy juga file databasenya, disini saya buka dengan menggunakan phpmyadmin tinggal create DB baru harus sesuai dengan yang ada di hostingan kemudian tinggal import aja.
3. Ganti DB User dan DB Pass, DB User gunakan "Root" kemudain DB pass "Kosongkan".

Setelah itu coba buka melalui browser. Taraaaaaa...pasti msh error.hehehe...



Jika muncul error seperti gambar diatas itu dikarenakan konfigurasinya masih menggunakan konfigurasi yang dari hosting. Solusinya adalah dengan merubah semua konfigurasi dari hostingan dengan konfigurasi localhost kita.

1. Buka config.php pada Front Page -> Di folder htdocs\web_anda\config.php atau htdocs\web_anda\public_html\config.php
2. Buka config.php pada Admin -> Di folder htdocs\web_anda\admin\config.php

Sesuaikan dengan konfigurasi yang baru. Untuk lengkapnya silahkan lihat penjelasan saya dibawah ini :

config.php pada Front Page

<?php
// HTTP
define('HTTP_SERVER', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/');
define('HTTP_IMAGE', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/image/');
define('HTTP_ADMIN', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/admin/');
// HTTPS
define('HTTPS_SERVER', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/');
define('HTTPS_IMAGE', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/image/');
// DIR
define('DIR_APPLICATION', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/catalog/');
define('DIR_SYSTEM', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/');
define('DIR_DATABASE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/database/');
define('DIR_LANGUAGE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/catalog/language/');
define('DIR_TEMPLATE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/catalog/view/theme/');
define('DIR_CONFIG', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/config/');
define('DIR_IMAGE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/image/');
define('DIR_CACHE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/cache/');
define('DIR_DOWNLOAD', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/download/');
define('DIR_LOGS', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/logs/');
// DB
define('DB_DRIVER', 'mysql');
define('DB_HOSTNAME', 'localhost');
define('DB_USERNAME', 'root');
define('DB_PASSWORD', '');
define('DB_DATABASE', 'db_toko');
define('DB_PREFIX', '');
?>

config.php pada folder Admin

<?php
  // HTTP
  define('HTTP_SERVER', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/admin/');
  define('HTTP_CATALOG', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/');
  define('HTTP_IMAGE', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/image/');
// HTTPS
  define('HTTPS_SERVER', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/admin/');
  define('HTTPS_IMAGE', 'http://localhost/domainanda.com/public_html/image/');
// DIR
  define('DIR_APPLICATION', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/admin/');
  define('DIR_SYSTEM', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/');
  define('DIR_DATABASE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/database/');
  define('DIR_LANGUAGE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/admin/language/');
  define('DIR_TEMPLATE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/admin/view/template/');
  define('DIR_CONFIG', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/config/');
  define('DIR_IMAGE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/image/');
  define('DIR_CACHE', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/cache/');
  define('DIR_DOWNLOAD', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/download/');
  define('DIR_LOGS', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/system/logs/');
  define('DIR_CATALOG', 'C:\xampp\htdocs\domainanda.com/public_html/catalog/');
// DB
  define('DB_DRIVER', 'mysql');
  define('DB_HOSTNAME', 'localhost');
  define('DB_USERNAME', 'root');
  define('DB_PASSWORD', '');
  define('DB_DATABASE', 'db_toko');
  define('DB_PREFIX', '');
  ?>

Apabila anda sudah mengikuti petunjuk seperti yang saya jabarkan di atas. Nantinya Online Store Backup anda akan bisa dibuka di Localhost. Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Virus Bisa Jadi Sumber Energi Listrik

virus sumber energi listrik
virus
California - Ilmuwan di Berkeley, California menemukan cara baru menghasilkan listrik. Dengan sebuah teknik yang mereka kembangkan, virus bisa diubah menjadi penghasil listrik.
Terobosan ini berarti suatu hari nanti kita bisa mengisi ulang baterai perangkat seperti ponsel misalnya, dengan generator setipis kertas yang menghasilkan listrik.

Generator ini dengan elektroda di dalamnya ini memiliki lapisan film dari virus yang direkayasa. Meski demikian, diakui para ilmuwan yang mengembangkan metode ini, penemuan mereka masih tahap awal dan perlu dikembangkan lebih lanjut. "Masih perlu banyak penelitian. Namun hasil kerja kami menjanjikan langkah awal menuju pengembangan generator penghasil listrik personal," kata Seung-Wuk Lee dari Department of Energy's Lawrence Berkeley National Lab Amerika Serikat (AS) mewakili timnya.

Menggunakan teknik rekayasa genetika, tim ilmuwan menambahkan empat molekul bermuatan negatif pada salah satu ujung dari sebuah alat berwujud protesin yang melapisi virus.Dikutip dari My Fox, Kamis (16/5/2012), generator ini bekerja dengan memanfaatkan properti bernama piezoelectric dari bakteri M13, sebuah virus yang hanya menyerang bakteri dan jinak terhadap manusia.

Piezoelectric dapat mengubah energi mekanik menjadi listrik. Piezoelectricity sendiri adalah listrik yang dihasilkan dari akumulasi tekanan, seperti pada pemantik api untuk menyulut sebatang rokok. "Karena perangkat bioteknologi memungkinkan produksi virus yang dimodifikasi berskala besar, materis piezoelectri berbasis virus bisa menawarkan kemudahan microelectronic di masa depan," kata Lee.


Sumber : http://inet.detik.com

Perintah Dasar Linux (TextBased)


Perintah Dasar Linux ini biasanya digunakan ketika kita melakuan konfigurasinya secara manual dengan cara mengetik atau istilah lainnya adalah TextBased..

Sistem Operasi Linux semakin digunakan oleh banyak orang karena sifatnya yang open source. Namun Sistem operasi ini tidak dapat terlepas dari yang namanya command dan console.
Berikut command-command dasar Linux yang perlu untuk dipelajari agar kita dapat menggunakan Linux dengan baik.

Pipeline secara umum

Pengertian Pipeline

       Pipeline adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan sejumlah kerja secara bersama tetapi dalam tahap yang berbeda yang dialirkan secara kontinu pada unit pemrosesor. Dengan cara ini, maka unit pemrosesan selalu bekerja.

Teknik pipeline ini dapat diterapkan pada berbagai tingkatan dalam sistem komputer. Bisa pada level yang tinggi, misalnya program aplikasi, sampai pada tingkat yang rendah, seperti pada instruksi yang dijaankan oleh microprocessor.

        Pada microprocessor yang tidak menggunakan  pipeline , satu instruksi dilakukan sampai selesai, baru instruksi berikutnya dapat dilaksanakan. Sedangkan dalam microprocessor yang menggunakan teknik pipeline, ketika satu instruksi sedangkan diproses, maka instruksi yang berikutnya juga dapat diproses dalam waktu yang bersamaan. Tetapi, instruksi yang diproses secara bersamaan ini, ada dalam tahap proses yang berbeda. Jadi, ada sejumlah tahapan yang akan dilewati oleh sebuah instruksi.

   Dengan penerapan  pipeline  ini pada microprocessor akan didapatkan peningkatan kinerja microprocessor. Hal ini terjadi karena beberapa instruksi dapat dilakukan secara parallel dalam waktu yang bersamaan. Secara kasarnya diharapkan akan didapatkan peningkatan sebesar K kali dibandingkan dengan microprocessor yang tidak menggunakan  pipeline , apabila tahapan yang ada dalam satu kali pemrosesan instruksi adalah K tahap.

      Karena beberapa instruksi diproses secara bersamaan ada kemungkinan instruksi tersebut sama-sama memerlukan resource yang sama, sehingga diperlukan adanya pengaturan yang tepat agar proses tetap berjalan dengan benar dan lancar. Sedangkan ketergantungan terhadap data bisa muncul, misalnya instruksi yang berurutan memerlukan data dari instruksi yang sebelumnya. Kasus Jump, juga perlu perhatian, karena ketika sebuah instruksi meminta untuk melompat ke suatu lokasi memori tertentu, akan terjadi perubahan program counter, sedangkan instruksi yang sedang berada dalam salah satu tahap proses yang berikutnya mungkin tidak mengharapkan terjadinya perubahan program counter.

       Teknik pipeline yang diterapkan pada microprocessor, dapat dikatakan sebuah arsitektur khusus. Ada perbedaan khusus antara model microprocessor yang tidak menggunakan arsitektur  pipeline  dengan microprocessor yang menerapkan teknik ini.

         Pada microprocessor yang tidak menggunakan  pipeline , satu instruksi dilakukan sampai selesai, baru instruksi berikutnya dapat dilaksanakan. Sedangkan dalam microprocessor yang menggunakan teknik  pipeline   ketika satu instruksi sedangkan diproses, maka instruksi yang berikutnya juga dapat diproses dalam waktu yang bersamaan. Tetapi, instruksi yang diproses secara bersamaan ini, ada dalam tahap proses yang berbeda.

        Jadi, ada sejumlah tahapan yang akan dilewati oleh sebuah instruksi. Misalnya sebuah microprocessor menyelesaikan sebuah instruksi dalam 4 langkah. Ketika instruksi pertama masuk ke langkah 2, maka instruksi berikutnya diambil untuk diproses pada langkah 1 instruksi tersebut. Begitu pun seterusnya, ketika instruksi pertama masuk ke langkah 3, instruksi kedua masuk ke langkah 2 dan instruksi ketiga masuk ke langkah 1.

        Teknik  pipeline  ini menyebabkan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sehingga ketika diterapkan dapat berjalan dengan baik.

Tiga kesulitan yang sering dihadapi ketika menggunakan teknik  pipeline  ini adalah :
  1. Terjadinya penggunaan resource yang bersamaan
  2. Ketergantungan terhadap data, dan
  3. Pengaturan Jump ke suatu lokasi memori.

Instruksi pada pipeline

Tahapan pipeline
  • Mengambil instruksi dan membuffferkannya
  • Ketika tahapan kedua bebas tahapan pertama mengirimkan instruksi yang dibufferkan tersebut
  • Pada saat tahapan kedua sedang mengeksekusi instruksi ,tahapan pertama memanfaatkan siklus memori yang tidak dipakai untuk mengambil dan membuffferkan instruksi berikutnya
.Berikut ini adalah gambaran tentang Instuksi pipeline :

instruksi pipeline,pipelaine secara umum

Karena untuk setiap tahap pengerjaan instruksi, komponen yang bekerja berbeda, maka dimungkinkan untuk mengisi kekosongan kerja di komponen tersebut. Sebagai contoh :

Instruksi  1 : ADD  AX, AX Instruksi 2: ADD EX, CX

Setelah CU menjemput instruksi 1 dari memori (IF), CU akan menerjemahkan instruksi tersebut(ID). Pada menerjemahkan instruksi  1 tersebut, komponen IF tidak bekerja. Adanya teknologi pipeline menyebabkan IF akan menjemput instruksi 2 pada saat ID menerjemahkan instruksi 1. Demikian seterusnya pada saat CU menjalankan instruksi 1 (EX), instruksi 2 diterjemahkan (ID).


Contoh pengerjaan instruksi tanpa pipeline :

instruksi tanpa pipeline,pipeline secara umum

Contoh pengerjaan instruksi dengan pipeline :

 instruksi dengan pipeline,pipeline secara umum

         Dengan adanya  pipeline  dua instruksi selesai dilaksanakan padadetik keenam (sedangkan pada kasus tanpa pipeline baru selesai pada detik kesepuluh). Dengan demikian telah terjadi percepatan sebanyak 1,67x dari 10T menjadi hanya 6T. Sedangkan untuk pengerjaan 3 buah instruksi terjadi percepatan sebanyak 2, 14x dari 15T menjadi hanya 7T.

       Untuk kasus  pipeline  sendiri, 2 instruksi dapat dikerjakan dalam 6T (CPI = 3) dan instruksi dapat dikerjakan dalam 7T (CPT = 2,3) dan untuk 4 instruksi dapat dikerjakan dalam  8T (CPI =2). Ini berarti untuk 100 instruksi akan dapat dikerjakan dalam 104T (CPI = 1,04). Pada kondisi  ideal CPI akan harga 1.


Konsep Pipeline

        Konsep pemrosesan  pipeline  dalam suatu komputer mirip dengan suatu baris perakitan dalam suatu pabrik industri. Ambil contoh, suatu proses pembuatan sebuah mobil: anggaplah bahwa langkah-langkah tertentu di jalur perakitan adalah untuk memasang mesin, memasang kap mesin, dan memasang roda (dalam urutan tersebut, dengan langkah arbitrary interstitial). Sebuah mobil di jalur perakitan hanya dapat memiliki salah satu dari tiga tahap yang dilakukan sekaligus.

      Setelah mobil memiliki mesin yang terpasang, bergerak ke bagian pemasangan kap, meninggalkan fasilitas pemasangan mesin yang tersedia untuk mobil berikutnya. Mobil pertama kemudian pindah ke pemasangan roda, mobil kedua untuk pemasangan kap, dan mobil ketiga dimulai untuk pemasangan mesin. Jika instalasi mesin membutuhkan waktu 20 menit, instalasi kap mobil memakan waktu 5 menit, dan instalasi roda membutuhkan waktu 10 menit, kemudian menyelesaikan semua tiga mobil ketika hanya satu mobil dapat dioperasikan sekaligus akan memakan waktu 105 menit.

      Di sisi lain, dengan menggunakan jalur perakitan, total waktu untuk menyelesaikan ketiga adalah 75 menit. Pada titik ini, mobil selanjutnya akan datang dari jalur perakitan pada kenaikan 20 menit.


Masalah-masalah pada Pipeline

        Dengan adanya persyaratan bahwa setiap instuksi yang berdekatan harus tidak saling bergantung, maka ada kemungkinan terjadinya situasi dimana pipeline gagal dilaksanakan (instruksi berikutnya tidak bisa dilaksanakan). Situasi ini disebut Hazards. Hazards mengurangi performansi dari CPU dimana percepatan ideal tidak dapat dicapai.

Ada 3 kelompok Hazards :
  1. Structural Hazards muncul dari konflik resource sistem yaitu ketika hardware tidak dapat mensuport semua kemungkinan kombinasi pelaksanaan instruksi. 
  2. Data Hazards muncul ketika data untuk suatu instruksi tergantung pada hasil instruksi sebelumnya. 
  3. Control Hazards muncul pada pelaksanaan instruksi yang mengubah PC (contoh : branch).
        Adanya Hazards menyebabkan pipeline terhambat (stalled). Tidak ada instruksi baru yang dijemput sampai hambatan itu selesai. Ini berarti instruksi-instruksi selanjutnya akan ditunda pula penjemputannya.


Keuntungan dari Pipeline
  1. Waktu siklus prosesor berkurang, sehingga meningkatkan tingkat instruksi-isu dalam kebanyakan kasus.
  2. Beberapa combinational sirkuit seperti penambah atau pengganda dapat dibuat lebih cepat dengan menambahkan lebih banyak sirkuit.
Jika  pipeline  digunakan sebagai pengganti, hal itu dapat menghemat sirkuit vs combinational yang lebih kompleks sirkuit.


Kerugian dari Pipeline
  1. Prossesor  non-pipeline hanya menjalankan satu instruksi pada satu waktu. Hal ini untuk mencegah penundaan cabang (yang berlaku, setiap cabang tertunda) dan masalah dengan serial instruksi dieksekusi secara bersamaan. Akibatnya desain lebih sederhana dan lebih murah untuk diproduksi.
  2. Instruksi latency di prossesor non-pipeline sedikit lebih rendah daripada dalam pipeline setara. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sandal jepit ekstra harus ditambahkan ke jalur data dari prossesor pipeline.
  3. Prossesor non-pipeline akan memiliki instruksi bandwidth yang stabil. Kinerja prossesor yang pipeline jauh lebih sulit untuk meramalkan dan dapat bervariasi lebih luas di antara program yang berbeda.
        
        Demikianlah penjelasan mengenai  pipeline  yang saya dapatkan ketika kuliah. Semoga apa yang saya share memberikan manfaat bagi kawan-kawan yang kesulitan mencari penjelasan mengenai  pipeline .

Datawarehouse

Data warehouse adalah sebuah sistem yang mengambil dan menggabungkan data secara periodik dari sistem sumber data ke penyimpanan data bentuk dimensional atau normal (Rainardi, 2008). Data warehouse merupakan penyimpanan data yang berorientasi objek, terintegrasi, mempunyai variant waktu, dan menyimpan data dalam bentuk nonvolatile sebagai pendukung manejemen dalam proses pengambilan keputusan (Han, 2006).

Data warehouse menyatukan dan menggabungkan data dalam bentuk multidimensi. Pembangunan data warehouse meliputi pembersihan data, penyatuan data dan transformasi data dan dapat dilihat sebagai praproses yang penting untuk digunakan dalam data mining. Selain itu data warehouse mendukung On-line Analitycal Processing (OLAP), sebuah kakas yang digunakan untuk menganalisis secara interaktif dari bentuk multidimensi yang mempunyai data yang rinci. Sehingga dapat memfasilitasi secara efektif data generalization dan data mining.

Banyak metode-metode data mining yang lain seperti asosiasi, klasifikasi, prediksi, dan clustering, dapat diintegrasikan dengan operasi OLAP untuk meningkatkan proses mining yang interaktif dari beberapa level dari abstraksi. Oleh karena itu data warehouse menjadi platform yang penting untuk data analisis dan OLAP untuk dapat menyediakan platform yang efektif untuk proses data mining.

Empat karakteristik dari Datawarehouse meliputi :
  1. Subject oriented : sebuah data warehouse disusun dalam subjek utama, seperti pelanggan, suplier, produk, dan sales. Meskipun data warehouse terkonsentrasi pada operasi harian dan proses transaksi dalam perusahaan, data warehouse fokus pada pemodelan dan analisis data untuk pembuat keputusan. Oleh karena itu data warehouse mempunyai karakter menyediakan secara singkat dan sederhana gambaran seputar subjek lebih detail yang dibuat dari data luar yang tidak berguna dalam proses pendukung keputusan.
  2. Integrated : Data warehouse biasanya dibangun dari bermacam-macam sumber yang berbeda, seperti database relasional, flat files, dan on-line transaction records. Pembersihan dan penyatuan data diterapkan untuk menjamin konsistensi dalam penamaan, struktur kode, ukuran atribut, dan yang lainnya.
  3. Time Variant : data disimpan untuk menyajikan informasi dari sudut pandang masa lampau (misal 5 – 10 tahun yang lalu). Setiap struktur kunci dalam data warehouse mempunyai elemen waktu baik secara implisit maupun eksplisit
  4. Non volatile : sebuah data warehouse secara fisik selalu disimpan terpisah dari data aplikasi operasional. Penyimpanan yang terpisah ini, data warehouse tidak memerlukan proses transaksi, recovery dan mekanisme pengendalian konkurensi. Biasanya hanya membutuhkan dua operasi dalam akses data yaitu initial load of data dan access of data
Dari pengertian tersebut, sebuah data warehouse merupakan penyimpanan data tetap sebagai implementasi fisik dari pendukung keputusan model data. Data warehouse juga biasanya dilihat sebagai arsitektur, pembangunan dan penyatuan data dari bermacam macam sumber data yang berbeda untuk mendukung struktur dan atau query tertentu, laporan analisis, dan pembuatan keputusan (Han, 2006).

Extract, transform, dan load ( ETL ) merupakan sebuah sistem yang dapat membaca data dari suatu data store, merubah bentuk data, dan menyimpan ke data store yang lain. Data store yang dibaca ETL disebut data source, sedangkan data store yang disimpan ETL disebut target. Proses pengubahan data digunakan agar data sesuai dengan format dan kriteria, atau sebagai validasi data dari source system. Proses ETL tidak hanya menyimpan data ke data warehouse, tetapi juga digunakan untuk berbagai proses pemindahan data.

Kebanyakan ETL mempunya mekanisme untuk membersihkan data dari source system sebelum disimpan ke warehouse. Pembersihan data merupakan proses identifikasi dan koreksi data yang kotor. Proses pembersihan ini menerapkan aturan-aturan tertentu yang mendefinisikan data bersih.

Berdasarkan siapa yang memindahkan data, ETL dapat dibedakan menjadi empat seperti yang dapat dilihat pada gambar 2.1, yaitu :

1. Proses ETL menarik data keluar dengan query tertentu di source system database secara periodik.
2. Triggers pada source system mendorong data keluar. Triggers adalah Suatu SQL statement yang dijalankan setiap ada perintah insert, update, atau delete dalam tabel.
3. Penjadwalan proses dalam source system untuk mengekspor data secara periodik. Hal ini mirip dengan proses yang pertama namun query disimpan dalam data source.
4. Sebuah log reader yang bertugas membaca log dalam source system untuk mengidentifikasi perubahan data. Log reader merupakan program yang membaca log file. Setelah dibaca, kemudian data dipindahkan keluar ke tempat penyimpanan yang lain.

kategori ETL berdasarkan siapa yang menjalankan
Gambar 2.1 Kategori ETL berdasarkan siapa yang menjalankan

Berdasarkan dimana proses pembangkitan ETL, ETL dibedakan menjadi tiga macam seperti yang digambarkan pada gambar 2.2, yaitu :

1. ETL dijalankan dalam server terpisah diantara source system dan data warehouse sistem. Pendekatan ini menghasilkan kinerja tinggi, ETL jalan di server sendiri, sehingga tidak menggunakan sumber daya dari data warehouse server atau data source server. Namun hal ini lebih mahal karena harus menambah server lagi.
2. ETL dijalankan dalam data warehouse server. Pendekatan ini dapat digunakan jika mempunyai kapasitas lebih dalam data warehouse server atau jika mempunyai idle time ketika datawarehouse tidak digunakan (misal pada waktu malam). Pendekatan ini lebih murah dibandingkan pendekatan pertama karena tidak membutuhkan tambahan server.
3. ETL dijalankan pada server data source. Pendekatan ini diimplementasikan ketika membutuhkan real time data warehousing. Dengan kata lain, jika data dalam source system berubah, perubahan ini dilakukan juga ke dalam data warehouse. Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan trigger dalam source system.
kategori ETL berdasarkan tempat dijalankan
Gambar 2.2 Kategori ETL berdasarkan tempat dijalankan

Tidak semua data warehouse mempunyai komponen lengkap seperti mekanisme kualitas data, database multidimensi, aplikasi analisis, aplikasi pengguna, control sistem, audit sistem, metadata. Secara sederhana data warehouse dapat digambarkan seperti gambar 2.3 

data warehouse secara sederhana
Gambar 2.3 Gambaran data warehouse secara sederhana

Dalam hal ini, data warehouse hanya mempunyai sebuah ETL dan sebuah data store. Source system bukan merupakan bagian dari data warehouse sistem. Hal ini merupakan minimum dari sebuah data warehouse. Jika satu komponen diambil sudah bukan merupakan data warehouse lagi (Rainardi, 2008).



Sumber dari :

Skripsi Nuqson Masykur Huda, September 2010, Aplikasi Data Mining Untuk Menampilkan Informasi Tingkat Kelulusan Mahasiswa, SEMARANG : PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS DIPONEGORO

Membuat Predicate Logic dengan Bahasa Turbo Prolog

Sekarang Saya akan memberi penjelasan mengenai penulisan Predicate Logic dengan Bahasa Turbo Prolog, di bawah ini adalah contoh soal yang harus di buat (PL) nya.

Soal
1. Diketahui representasi pengetahuan sbb :
a. "Lembusora adalah pria"
b. "Beberapa pria adalah pendekar"
c. "Jayakatwang adalah raja"
d. "Lembusora berusaha menggulingkan Jayakatwang"
e. "Semua pendekar adalah Bangsa Singosari"
f. "Semua Bangsa Singosari hanya berusaha menggulingkan rajanya berarti mereka tidak setia kepada rajanya"

Dari Soal diatas buktikan bahwa "Lembusora tidak setia kepada Jayakatwang" secara Logika.

Disini Saya hanya akan menjelaskan penulisannya dengan Bahasa Prolog, masalah PL nya anda bisa melakukan corat-coret pada selembar kertas. Jika anda belum punya Aplikasi Prolog, silahkan anda searching atau mencarinya pada mesin pencari Google.
Nahh...dibawah ini adalah hasil implementasi ke dalam Prolog dari soal pengetahuan diatas :

===============
PREDICATE LOGIC
===============
==========
PROLOGIC
==========

Domains
    Simbol = string
Predicates
    pria(Simbol)
    pendekar(Simbol)
    singosari(Simbol)
    raja(Simbol)
    menggulingkan(Simbol, Simbol)
    tidaksetia(Simbol, Simbol)
Clauses
    pria(lembusora).
    raja(jayakatwang).
    menggulingkan(lembusora, jayakatwang).
    pendekar(X) :- pria(X).
    singosari(X) :- pendekar(X).
    tidaksetia(X,Y) :- singosari(X), raja(Y), menggulingkan(X,Y).

Sebagai Catatan : 
  • Pada Predicates penulisan kata simbol harus dimulai dgn huruf besar/kapital. Contoh (Simbol)
  • Pada Clauses disetiap akhir statement (kalimat) prolog harus diakhiri dgn titik Contoh pria(lembusora).
  • Pada Clauses simbol 'x' harus diinisialisasikan dgn huruf besar/kapital. Contoh (X)
Ini Contoh tampilan dari Prolog jika anda sudah membuatnya :

trubo prolog













Nah...itu saja penjelasan dari saya semoga bermanfaat.

Daftar isi

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes | Share Info and Knowledge